Cerpen ini menggambarkan bahwa tak semua orang yang menjadi imigran di luar negeri memiliki pekerjaan dan kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan ketika mereka tinggal di negara asalnya.
Dengan mengambil latar kota di Belanda, pertemuan dua tokoh utama yaitu “Kakek” dan “Ito” yang merupakan imigran asal Indonesia, diceritakan penulis dalam adegan empat musim yang berbeda.
Pengungkapan alasan tokoh Kakek memilih menjadi seorang pekerja serabutan ketika memasuki masa tuanya yang penuh kesepian di Belanda, digambarkan secara jelas dalam dialog-dialog panjang dalam cerita. Sedangkan tokoh Ito yang hingga akhir cerita baru diketahui sebagai seorang pembersih toilet, tidak diceritakan asal muasalnya mengapa ia tinggal di Belanda hingga harus memilih pekerjaan tersebut.
Gaya bercerita penulis dengan menggunakan sub judul, begitu menarik bagi saya sebagai pembaca. Seperti memberikan petunjuk adanya sebuah “bab baru” dalam perpindahan adegan cerita. Begitu unik. Jarang ditemukan dalam cerpen-cerpen lain yang pernah saya baca.
Cerpen "Antara Den Haag dan Delft" ini seperti menyaksikan peristiwa nyata. Apakah penulisnya memang menemui peristiwa tersebut ketika beliau melanjutkan studi di Belanda? Mungkin saja.
cc: Kak KepSek Wina Wibowo Bojonegoro Kak WalKel Windy R Effendy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar