@febriyanti_ds
Rekam Jejak Sebuah Perjalanan Hidup
Kamis, November 11, 2021
RETJEH. Buku Kumpulan Fiksi Mini.
Sabtu, Oktober 16, 2021
Buku Sembilan Spasi. Narasi untuk Mengalami.
Saya tergelitik untuk memiliki buku Sembilan Spasi ketika Siska Marsudhy (salah satu dari dua penulis Sembilan Spasi) memposting tentang buku ini.
Awalnya saya penasaran.
Apa maksud dari blurb di paragraph pertama yang mengatakan bahwa “Sembilan Spasi merupakan buku kerja (workbook) untuk menjalani Berkesadaran-berlatih dan sekaligus berserah untuk mengalami kondisi sebagaimana apa-adanya.”
Pagi ini buku Sembilan Spasi baru saja saya terima.
Terpana pada tulisan kecil di cover buku yang diletakkan di bawah tulisan “Sembilan Spasi” yaitu “Narasi untuk Mengalami”. Tak sabar untuk segera membuka lembar demi lembarnya untuk lebih memahami buku tentang apakah ini?.
Sekajap saya terpaku pada halaman I – 6 kala membaca tulisan “
Saya menangkap sebuah “PESAN” yang secara simbolik dapat dimaknai bahwa diri ini perlu dan penting untuk memberikan SPASI. Tubuh dan pikiran ini membutuhkan JEDA untuk rehat sejenak dalam rutinitas kehidupan yang sedang kita jalani.
Pemaknaan tentang TUBUH, PERASAAN, SIKAP, PERISTIWA, dan lain-lain DINARASIKAN dalam rentetan bait-bait yang indah.
Untuk merasakan maknanya, kita diajak untuk bermeditasi, berkontemplasi sejenak dengan mengikuti NARASI yang dituturkan.
Selanjutnya ada lembaran-lembaran kosong dalam setiap peralihan “SPASI” (BAB) yang disediakan untuk mencatat jurnal, apa saja hal yang muncul dalam benak setiap kita melihat, mendengar dan menyentuh sesuatu saat bermeditasi. Lembar jurnal kosong tersebut tak benar-benar kosong, karena disertai quotes yang ditempatkan sebagai catatan kaki (foot notes)
Tiba-tiba mata saya tertuju pada SPASI DELAPAN di halaman VIII-16 terdapat catatan kaki di lembar jurnal yang masih kosong. Tertulis beberapa kalimat
Ingin kenal diri? Sering berkarya.
Ingin lebih kenal? Rutin berbagi
Ingin kian kenal? Tanggalkan diri
Apa maknanya bagi saya? Tentu begitu mendalam.
Hari ini saya membaca buku SEMBILAN SPASI serasa tanpa “SPASI” saking penasarannya dengan buku ini secara umum.
Semoga esok saya dapat membaca perlahan untuk memaknai SPASI SATU sampai SPASI SEMBILAN, agar jurnal-jurnal tersebut tak saya kosongkan begitu saja.
Setelah lama tidak bersua dengan Siska sang penulis, saya akhirnya menemukan Siska Kembali yang saat ini menjadi Co-Founder
https://www.instagram.com/
dan co-owner
https://kalyanayogastudio.com/ atau https://www.instagram.com/
Sukses selalu Siska ❤️.
Jumat, Oktober 15, 2021
Opini Cerpen: Antara Den Haag dan Delft
Cerpen ini menggambarkan bahwa tak semua orang yang menjadi imigran di luar negeri memiliki pekerjaan dan kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan ketika mereka tinggal di negara asalnya.
Dengan mengambil latar kota di Belanda, pertemuan dua tokoh utama yaitu “Kakek” dan “Ito” yang merupakan imigran asal Indonesia, diceritakan penulis dalam adegan empat musim yang berbeda.
Pengungkapan alasan tokoh Kakek memilih menjadi seorang pekerja serabutan ketika memasuki masa tuanya yang penuh kesepian di Belanda, digambarkan secara jelas dalam dialog-dialog panjang dalam cerita. Sedangkan tokoh Ito yang hingga akhir cerita baru diketahui sebagai seorang pembersih toilet, tidak diceritakan asal muasalnya mengapa ia tinggal di Belanda hingga harus memilih pekerjaan tersebut.
Gaya bercerita penulis dengan menggunakan sub judul, begitu menarik bagi saya sebagai pembaca. Seperti memberikan petunjuk adanya sebuah “bab baru” dalam perpindahan adegan cerita. Begitu unik. Jarang ditemukan dalam cerpen-cerpen lain yang pernah saya baca.
Cerpen "Antara Den Haag dan Delft" ini seperti menyaksikan peristiwa nyata. Apakah penulisnya memang menemui peristiwa tersebut ketika beliau melanjutkan studi di Belanda? Mungkin saja.
cc: Kak KepSek Wina Wibowo Bojonegoro Kak WalKel Windy R Effendy
Covad Covid, Bungkusan Boyband dan Menunggu Kabar Baik
Wow judulnya ...
Kira-kira apa ya isinya?
Jadi ... sejarahnya buku ini berawal dari pelatihan penulisan populer bersama Afrizal Malna pada 26 Juni 2021 yang diselenggarakan oleh Perempuan Penulis Padma (Perlima).
Pelatihan penulisan ini terbuka untuk umum dan juga anggota Perlima
Lalu pada 8 Agustus 2021, keluar pengumuman nama-nama para peserta pelatihan yang naskahnya lolos kurasi.
Alhamdulillah akhir bulan ini naskah-naskah yang sudah disatukan menjadi buku telah siap untuk di-launching.
Untuk teman-teman yang ingin tahu seperti apa penulisan populer dalam buku esai ini, dapat mengikuti acara launching serta bedah buku yang akan diulas oleh seorang narasumber yang berprofesi sebagai sastrawan dan wartawan pada 30 Oktober 2021.
Untuk detail acaranya sebentar lagi menyusul ya.
Ditunggu kehadirannya 😘.
Rabu, Oktober 13, 2021
Cerita Tentang Apa?
Selasa, Oktober 12, 2021
Baru Nominator
Alhamdulillah,
desain saya lolos sebagai Nominator Desain Canva untuk Hari Batik.
Dua buah desain saya yang lolos adalah desain dengan kode A2 dan C3.
Lomba Desain Canva untuk Hari Batik ini ada tiga kategori:
A. Kategori Ucapan Selamat Hari Batik https://www.instagram.com/p/CU7WJjYPhQJ/?utm_medium=copy_link
B. Kategori Quote tentang Batik
C. Kategori Filosofi Batik https://www.instagram.com/p/CU7XbBkvEFS/?utm_medium=copy_link
Saya baru lolos sebagai nominator untuk kategori A dan C.
Belum jadi pemenang loh ya teman-teman 😊.
Masih ada syarat dan ketentuan yang berlaku untuk menjadi seorang pemenang.
Infonya dapat dilihat di IG https://instagram.com/perlima.official dan juga di kanal Ngopibareng https://www.ngopibareng.id/read/nominator-desain-canva-untuk-hari-batik
Terima kasih untuk teman-teman yang sudah memberikan support dan apresiasi 🙏.
Senin, Oktober 11, 2021
Kekuatan Doa Ibu
“Di Sungai Penuh. Dulu masuk Bengkulu, sekarang Jambi,” jawabku penuh keyakinan.
“Kalau tanggal lahirnya 12 Oktober kan ya?” tanya adikku lagi.
“Bukaaannn … 11 Oktober … hari ini.” Kataku walau dengan penekanan, tetap memaklumi adik lelakiku yang mulai lupa. Maklum, sudah 16 tahun kami tak menggelar acara syukuran hari lahir ibu semenjak beliau berpulang ke Rahmatullah.
Percakapan singkat pagi ini dengan adikku di hari lahir almarhumah ibu, membawa kenangan ke masa lalu. Masa kecil dan remaja kami yang begitu minim kebersamaan dengan ayah yang sering bertugas, membuat peran ibu menempati porsi yang lebih besar dalam mendidik kami.
Teringat bagaimana cara ibu menerapkan level yang berbeda-beda dalam caranya mendidik. Aku merasakan ibu menerapkan level yang sangat keras untukku. Namun ibu menerapkan level sedang pada kakak perempuanku. Sedangkan pada adik lelakiku satu-satunya, kurasakan ibu menerapkan level yang sangat ringan. Meskipun menurut ibu kasih sayang beliau sama saja untuk semua anaknya.
Ketika adikku mulai mengenal geng motor dan rokok di usia pelajar, ibu yang terkenal di keluarga besarnya sebagai sosok yang sangat keras, tegas dan disiplin, lebih memilih melangitkan doanya. Ibu tetap merangkul adikku, karena tak ingin anak lelaki satu-satunya tak memiliki masa depan.
Saat ini, sebagai kakak, kami sungguh terharu atas pencapaian adik kami. Salut akan usahanya yang pasti berjibaku keras dengan dirinya sendiri untuk lepas dari masa mudanya yang sempat membuat ibu khawatir.
Perpanjangan paspornya hari ini sepertinya untuk kembali bertugas ke negara di berbagai benua. Bukan sekadar untuk menghadiri meeting, tetapi memang tanggung jawabnya ada di sana.
Semoga hari ini ibu berbahagia mendengar bisikan hatiku, “Ma, Allah telah mengabulkan doa Mama untuk anak lelaki Mama. Si bungsu telah menjadi suami dan ayah yang bertanggung jawab. Dia masih tetap low profile seperti Papa. Dia pun masih mau mengendarai mobil tua peninggalan Papa, Ma."
Al-Fatihah, Mama dan Papa.
Bahagia terus ya di sana ❤️.
RETJEH. Buku Kumpulan Fiksi Mini.
Berpuluh tahun rasanya saya tidak pernah berjumpa dengan kakak kelas di SMA, Mas Wishnu Giar . Dunia literasi akhirnya mempertem...
-
Jauh sebelum long weekend, sudah ada beberapa catatan agenda di kalender: Jum'at 16 November 2018, PakSu baru landing di Jakarta...
-
Hujan deras telah mereda. Meninggalkan pohon kapas yang tumbang dengan dahan yang patah-patah. Koy bangkit dari tidurnya. Mema...
-
Jadwal road trip Jakarta - Pagar Alam (Sumatera Selatan) dan sekitarnya bertepatan dengan Hari Kemerdekaaan RI ke-73. Walaupun konv...