Jumat, November 23, 2018

Long Weekend 5 Hari Kemana? Kami Road Trip Jakarta ➡ Pekalongan ➡ Dieng ➡ Salatiga ➡ Kuningan ➡ Bandung ➡ Jakarta


Jauh sebelum long weekend, sudah ada beberapa catatan agenda di kalender:

Jum'at 16 November 2018, PakSu baru landing di Jakarta setelah dines dari luar kota.

Sabtu 17 November 2018, undangan syukuran ulang tahun ke-2 komunitas Seraya Motor Road Trip (komunitas diskusi automotive, yang beberapa anggotanya hobby nyetir jarak jauh). Lokasi syukuran di Dieng, Jawa Tengah.

Selasa 20 November 2018, hari libur nasional (Maulid Nabi Muhammad SAW), bertepatan dengan undangan pernikahan Karina (salah satu kerabat PakSu) di Bandung, Jawa Barat.

Nah bingunglah untuk ngatur jadwal gimana caranya agar semua undangan bisa kami hadiri, dan gimana baiknya ngatur jadwal Ibu & Bapak sampe di Bandung untuk hadir di nikahan Karina

Setelah sharing ke keluarga mengenai garis besar jadwal yang kami punya, akhirnya dibikinlah itinerary seperti ini:

Jum'at 16-Nov-18: Jakarta - Pekalongan.
Sabtu 17-Nov-18: Pekalongan - Dieng.
Minggu 18-Nov-18: Dieng - Salatiga.
Senin 19-Nov-18: Salatiga - Kuningan - Bandung.
Selasa 20-Nov-18: Bandung - Jakarta.

Jum'at 16-Nov-18
PakSu baru landing di Jakarta setelah dines dari luar kota. Tiba di rumah sekitar jam 7 malam. Selesai Isya, sekitar jam 8 malam menuju Pekalongan untuk bermalam di sana.

Sengaja nggak ikut rombongan temen-temen Seraya Motor Road Trip (SMRT) yang rencana baru kumpul di meeting point besok jam 3 pagi. Tujuan pisah rombongan supaya PakSu jaga stamina dan cukup istirahat. Karena nanti sepulang dari Bandung, PakSu harus balik dines lagi ke luar kota.

Kami ngalamin kemacetan "hanya" saat keluar rumah dan di pintu keluar tol Pemalang. Sisanya perjalanan lancar jaya. Tiba di Pekalongan jam 2 pagi (Sabtu 17-Nov-18). Jadi total perjalanan kurang lebih 6 jam (sudah termasuk bernti ke toilet dan isi bahan bakar).

Sabtu 17-Nov-18

Hotel Namira Syariah Pekalongan (171118)

Jam 2 pagi tiba di Hotel Namira Syariah Pekalongan. Alesan prioritas milih hotel syariah kalo di luar kota/kota kecil, karna pernah ngalamin pengalaman buruk. Pernah masuk hotel yang banyak "ayamnya" yang bikin bete & kapok πŸ™ˆ.

Ini kali ke-2 nginep di Hotel Namira Syariah Pekalongan. Selalu check-in menjelang dini hari. Kali ini karna nemuin kemacetan di Jakarta dan pas mau keluar tol Pemalang.

Dapet harga cakep lewat @traveloka < Rp. 300 ribu (tanpa breakfast). Kalo mau breakfast untuk dewasa nambah Rp. 40 ribu/orang. Rate termurah dari pihak hotel type deluxe Rp.420 ribu (include tax and services).

Sayangnya kami nggak cek lagi tipe tempat tidur saat booking. Kaget aja dapet kamar yang twin bed πŸ˜‚. Tapi yo piye meneh udah jam 2 subuh yang penting bisa tidur.

Review tipis ya untuk Hotel Namira Syariah Pekalongan ini:

PLUS:
*Hotel mudah dicari, nggak blusukan.
*Azan Subuh & ceramah pagi berkumandang melalui speaker kamar.
*Tersedia perlengkapan sholat & Al-Qur'an
*Tayangan TV live Mekah.
*Sertifikat halal restaurant.
*Hadist2 di tempel di lift & koridor.
*Kamar bersih. Masih seperti dulu (hotel berdiri sejak 14 Juni 2014).
*Kamar mandi bersih, tersedia handuk, shampoo,  body wash, dental kit, sisir, cotton bud, shower cup, disposal bag.

MINUS
*lahan parkir sempit di basement, sisanya parkir di halaman hotel (kunci harus titip receptionist untuk vallet).
*suara pintu tetangga kedengeran.
*Ada bocoran dikit di plafond kamar (kamar 614)

Alamat: Jl. Dr. Cipto No 70, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia.
☎ (+62-285) 4460888, (+62-82220812888)
πŸ“§ reservation@namira-hotel.com.
🌐 www.namirasyariah.com
IG @namirasyariahpekalongan

Pagi hari kami check out jam 8 pagi, lanjut perjalanan ke Dieng melalui Batang.
Batang - Dieng rute tempuh +/- 65 km. Kondisi jalan mayoritas bagus, kadang melewati hutan, lebih banyak nanjak. Pastikan kondisi kendaraan prima. Apalagi kalo nggak sama rombongan seperti kami

Pemandangan rute Batang - Dieng.
Indah. Namun semakin banyak lahan yang ditanami dengan teknik sengkedan/terasering (171118)

Pemandangan rute Batang - Dieng (171118)

Masih pagi menjelang siang jadinya mampir dulu di Gallery Kopi Omahan - Spesial Mie Ongklok & Kopi Dieng.

Gallery Kopi Omahan - Spesial Mie Ongklok &
Kopi Dieng (171118)

Mie Ongklok adalah mie rebus kuah khas Wonosobo, Jawa Tengah. Mie direbus bersama sayuran (kol), tahu kecil2, kemudian disiram kuah kental (dari kanji) dengan bumbu khusus yang sering di sebut “loh”. (Ternyata pake ebi juga).

Berikut beberapa menu & referensi harga fyi:
1 Teh Manis Rp. 5K
1 Tempe Kemul Rp. 5K
1 Mie Ongklok Rp. 10K (ternyata ada ebi-nya)
1 Natural Arabica V60 Rp. 15K
1 Full Wash Arabica 100gr Rp. 30K
3 Natural Arabica 100gr Rp. 120K (oleh2 utk yg beruntung).

PLUS:
*Overall semua orderan kami enak.
*View-nya cakep
*Toilet bersih
*Fasilitas Musholla
*Mas-nya ramah semua walo ada yg pake anting gede (piercing).

SARAN:
*Air wudhu & washtafel mati. Tolong benerin dong hehe. Biar kita nggak cuci tangan & wudhu di toilet.
*Mushola tolong dijaga kebersihannya
*Cuma saran aja sih lebih diperhatiin kebersihannya & kulit kursi yg udah sobek keliatan busanya diganti hehe lagee.

Alamat: Jl. Dieng KM. 18 Wonosobo
πŸ“±(+62-82227396393 / (+62-81327343355)

IG : @kopi_omahan_wonosobo

View dari pintu masuk @kopi_omahan_wonosobo

Setelah cukup istirahat sejenak di @kopi_omahan_wonosobo, mulai eksplore yang terdekat dulu.

1. Gardu Pandang Tieng (GPT). 
Berada di ketinggian 1789 MDPL. Tepat berada di atas Desa Tieng. Di sini merupakan lokasi alternatif untuk menyaksikan golden sunrise bila tidak sempat naik ke bukit Sikunir.

Sayangnya parkiran kecil nggak muat banyak kendaraan. Kebersihan juga kurang.

Gardu Pandang Tieng 1789 MDPL (171118)

2. Batu Ratapan Angin/ Batu Pandang Dieng / Batu Pandang Telaga Warna.



Memandang view Telaga Warna (kiri, hijau tua) & Telaga Pengilon (kanan, hijau muda) memang paling bagus dari Batu Ratapan Angin/ Batu Pandang Dieng / Batu Pandang Telaga Warna (171118)

Tiket masuk/orang Rp. 10 ribu. Untuk bisa dapetin view seperti ini naik ke gardu bayar lagi per orang Rp. 5 ribu (kapasitas maximum 10 orang).

Telaga Warna yang bersulfur tinggi menghasilkan warna yang indah saat matahari terik.

Sayangnya jembatan gantung merah putihnya udah ngga ada.

3. Sikunir dan Telaga Cebong
Sikunir (tempat untuk ngeliat golden sunrise), salah satu pilihan yang masuk dalam list kami.

Loh katanya ngunjungin tempat untuk liat sunrise. Tapi kok sore sih kesininya? Jangan2 itu terbersit oleh temen2 ya hehe.

Soalnya kami belum mutusin besok subuh mau ikutan apa engga bareng rombongan.
Karna untuk ngeliat sunrise di Sikunir ini kami harus ninggalin hotel jam 3 pagi.
Sementara kondisi badan lagi kurang fit. .
Yang kami liat jalan menuju Sikunir walaupun beraspal, tapi lumayan banyak tikungan sempit. Kalo papasan lumayan repot juga. Belum kebayang bagaimana kalo suasana dini hari besok bakalan banyak orang yang tumplek blek kesini.

Sempet ngeliat tulisan "Desa Sembungan. Desa tertinggi di Pulau Jawa". Penasaran berapa tingginya, dapet dari berbagai referensi yaitu 2306 MDPL.
Desa Sembungan ini masuk wilayah Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah.

Lanjut perjalanan, sampailah di gerbang retribusi. Kami diminta membayar Rp. 10 ribu/orang. .
Saat tiba di parkiran Sikunir suasana sangat sepi. Banyak warung yang tutup.
Sempet mengabadikan plang bertuliskan "Selamat Datang di Lokasi Wisata Golden Sunrise Sikunir, Desa Sembungan, Kec. Kejajar, Kab. Wonosobo. .
PakSu nawarin mau jalan kaki ngga ke lokasi dimana orang2 besok liat sunrise-nya? Tapi jujur saya lagi mager (males gerak).


Akhirnya kami putbal (puter balik) melewati jalan yang kami lalui tadi. Nah pas putbal ini nggak berapa lama nengok ke kiri baru mudheng liat pemandangan yang indah ini. .
Tiba2 kabut dengan cepat menyelimuti Telaga Cebong. Sementara beberapa penduduk terlihat tetap tekun bekerja di atas lahan perkebunan. Tidak terganggu dengan turunnya kabut.



4. Kawasan Candi Arjuna
Orang-orang Hindu Jawa kuno membangun ratusan candi dan membuat Dieng Plateau sebagai tempat suci.

Candi-candi ini dibangun dari abad ke-8 hingga abad ke-13 oleh Dinasti Sanjaya.

Oleh masyarakat, candi-candi tersebut diberi nama sesuai karakter dalam legenda Hindu Jawa kuno yang memiliki kesamaan dengan kisah Hindu terkenal Mahabharata dan Ramayana.

Kawasan Komplek Candi Arjuna (171118)

Di dalam kawasan Komplek Candi Arjuna ini terdapat 5 candi yaitu: Candi Semar, Candi Arjuna, Candi Sembadra, Candi Puntadewa & Candi Srikandi.





Saat kemari hari Sabtu 171118, Candi Sembadra sedang dalam proses pemugaran dan rehabilitasi.

Saya perhatikan, bentuk Candi Puntadewa sekarang lebih mirip Candi Arjuna (beda dengan foto2 yg selama ini beredar.


Sumber: Wonosobo Tourism Guide & Map
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo.

Jl. KH. Abdurrahman Wahid No 104 KM 02 Wonosobo. Kode Pos 56318

πŸ“§ disparbud.wonosobo@yahoo.com
☎ (+62-286)-321194
🌐 disparbud.wonosobokab.go.id
IG @disparbudwonosobo @disparbudwonosobo 


2nd Anniversary Seraya Motor Road Trip, 17-Nov-18, Dieng, Jawa Tengah
Sebenernya, kami ke  Dieng lagi kali ini dalam rangka ulang taun @serayamotor (SM) Roadtrip yang ke-2. Suami saya dengan ID SM @paidjho.sm termasuk yang antusias, nggak pernah ngerasa capek kalo diajak roadtrip walaupun baru landing dari luar kota. Kali ini kami berangkat nggak konvoi bareng dari Jakarta karna ada acara keluarga yg lumayan padet. Jadi ketemu temen2 langsung di Dieng

Photo from @SerayaMotor 's collection

50 lebih keluarga penggemar road trip bersama keluarga yang tergabung dalam komunitas Seraya Motor (komunitas diskusi automotive) datang tanpa memandang merk mobil, suku, agama dan ras. Semua berbaur, saling menghargai.

Komunitas tanpa iuran, nggak pake pengurus, cukup azas suka rela & gotong royong untuk setiap event, tidak kaku & mengikat yang penting seneng nyetir

Kali ini ada yang datang dari Bangka (mobil dikirim pake kapal ke Jakarta, road trip dimulai dari Jakarta - Dieng).

Ada yang datang dari Surabaya termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah dsk.

Saya pribadi terkesan setelah ikut road trip yang sudah tidak terhitung banyaknya.
Para istri merasa nyaman karna tidak ada rumpi, tidak ada rasa persaingan, mayoritas berpenampilan sederhana. Jadi saya nggak malu & nggak bingung kalo pake baju yang itu itu lagi tiap road trip wkwkwk.

Yang paling berkesan saat menemani suami sebagai team surveyor ke Bromo. Tancap gas terus dari Jakarta, hanya nginep di hotel Merah Putih alias SPBU haha.


Hotel Larasati, Dieng, Jawa Tengah

Karna peserta syukuran 2nd anniversary Seraya Motor Road Trip lebih dari 50 keluarga, nggak semua bisa nginep di hotel yang sama. Kami kebagian di Hotel Larasati Dieng

Hotel Larasati, Dieng (17 - 18 November 2018) 

Hotel ini jadi pusat kegiatan untuk acara ramah tamah/malam keakraban sekalian makan malam dengan menu kambing guling, soto dll juga macam2 makanan yang dibawa secara voulenteer oleh beberapa member.

Pagi hari kami mendapat sarapan nasi goreng, telur mata sapi & teh manis.

Karna hotel full kami booked, jadi dapet potongan discount.

Hotel Larasati Dieng lokasinys strategis, dekat dengan terminal Dieng, tepat di depan kantor Informasi Pariwisata. Objek wisata terdekat kompleks Candi Arjuna. Beberapa menit menuju Museum Kailasa, Telaga Warna, Dieng Plateau Theater, Kawah Sikidang.

Fasilitas Hotel:
20 kamar tamu, dengan 3 tipe kamar:
(Weekend/Long Weekend Price)
Standard Rp. 350K
Twin Rp. 400K
View Rp. 450K
Extra Bed Rp. 100K.

PLUS:
*Bersih. Kondisi bangunan masih baru.
*View pegunungan di teras/balkon belakang lantai 2.
*Ruang lobby, meeting room, tempat parkir +/- untuk 13 mobil.
*Dapur, Ruang makan
*Wi-Fi
*TV dalam kamar,  Buffet, Kaca Rias.
*Kamar mandi dalam, air panas untuk mandi.
*Ukuran kamar masih bisa tambah extra bed 1.
*Balkon kamar.
*Menu Makan malam kambing guling & sotonya enak.
*Rak Handuk, Handuk, Sikat Gigi, Sabun, Tissue Toilet
*Tersedia tempat sampah di depan kamar masing2 & di dalam toilet

SARAN:
*Kunci kamar tidak bisa dibuka dari dalam (Kamar B4, lantai 2). Mohon segera diperbaiki.
*Shower air panas semua. Jadi untuk mandi harus ditampung di ember besar, baru dicampur air dingin dari keran yang terpisah. Instalasi shower air panas & dingin 2in1 lebih efisien & hemat air.
*Washer toilet patah. Mohon segera diperbaiki.
"Tambahkan tempat tissue toilet.
*Tambahkan washtafel.
*Tambahkan kaca di kamar mandi.
*Tambahkan rak untuk menyimpan koper besar (untuk tamu jauh pasti membawa koper besar/banyak barang).

Alamat Hotel Larasati Dieng
Jalan Raya Dieng No.16, Dieng, Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56354.

Hotline:
Phone: +62818 0444 4333
WA: +62821 8944 4433 .

Semoga Seraya Motor Road Trip tetap kompak & solid. Aamiin.

Minggu, 18-Nov-18 (Dieng - Salatiga)
Check out dari hotel setelah Dzuhur.
Temen2 PakSu @paidjho.sm yang dari Dieng mau ke Semarang, Jogja, Surabaya sepakat konvoi melewati perkebunan Teh Tambi.

Awalnya ada yang keberatan karna jalan sudah terlihat rusak di belokan jalan menuju rute Perkebunan Teh Tambi (dari mulai gapura).

Salah satu view rute melewati Tambi - Muntung - Kaloran

Jalan yang jelek ternyata cuma sedikit, sebab mayoritas jalan mulus walau sempit (ribet kalo papasan, susah mau nyalip).

Ternyata jalan yang berkelok-kelok ini menyuguhkan pemandangan yang indah bikin berdecak kagum .
Akhirnya pada menyeringai lebar.

Beberapa saat kemudian rombongan mulai berpisah menuju rute pilihan masing-masing. Kami lanjut ke Salatiga untuk bermalam sekalian jemput Ibu dan Bapak.

Senin, 19-Nov-18 (Salatiga - Kuningan - Bandung).

Sejak jaman Belanda, kota Salatiga digunakan sebagai daerah peristirahatan karena kotanya yang berhawa sejuk. Pantesan ya orang2 dulu lebih mengenal Salatiga sebagai kota pensiunan πŸ‘΄πŸ‘΅ .
Sampai saat ini masih banyak loh berdiri bangunan kuno peninggalan Belanda di Salatiga.

Sementara orang2 sekarang sering menyangka Salatiga adalah kota Solo 😁. Mungkin karena pengucapan yang mirip ya (Solotigo). Kota Salatiga ini sering dilewati orang2 yang melakukan perjalanan dari/ke Semarang - Solo.


Sebagai kota transit pariwisata, Salatiga (yang dipimpin seorang walikota), terletak di tengah-tengah kabupaten Semarang dan dikelilingi Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, Pegunungan Gajah Mungkur dan Gunung Ungaran.

Makanan Khas/Oleh-oleh:
Sambal tumpang koyor, enting-enting gepuk, abon sapi, keripik paru, olahan singkong, bakpia, roti Wonder, wedang ronde, sate kambing (daerah Blotongan bila akan ke Semarang dari arah Salatiga).

Sambal Tumpang Koyor Bu Tri, Salatiga, Jawa Tengah

Koyor adalah urat sapi di bagian dengkul, pipi, mulut.

Sambal tumpang koyor (masakan bersantan) yang dimasak  pedas dengan tambahan tempe bosok (tempe "busuk" yang fermentasinya dibiarkan berlanjut, tapi bukan busuk betulan yaaa) dan juga tambahan tahu goreng yang sengaja agak dihancurkan.

Makan di warung Bu Tri ini warungnya bersih dengan bangunan permanen. Di sini juga menjual masakan mateng lainnya.

Warung Koyor Bu Tri
Jalan Kotabaru Raya, Blotongan, Sidorejo, Sidorejo Lor, Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah 50715

Sebagai kota pendidikan, Salatiga memiliki 4 perguruan tinggi, yaitu:
*Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga.
*Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).
*Sekolah Tinggi Bahasa Asing Satya Wacana (STiBA SW)
*Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMA Salatiga.

Tegal

Wira-wiri ngelewatin kota Tegal (Jawa Tengah) udah 14 taun lebih. Tapi baru hampir setaun ini kenal dengan rumah makan "Mekar" (menu ikan bakar dan seafood)

Pertama kemari, waktu para solo road trip "go to east" tepat di taun baru 2018 mau pulang ke Jakarta (ada yang dari Lombok, Banyuwangi, Surabaya). Para suami janjian ngajak konvoi pulang bareng dengan meeting point sekitar daerah Batang

Setelah kumpul semua, lanjut  perjalanan. Menjelang jam makan siang kami tiba di Tegal. Ingin cari rumah makan yang banyak dikunjungi orang daerah Tegal sendiri

Kami diarahkan ke daerah Jl. Kapten Piere Tendean. Tiba di lokasi, ada beberapa rumah makan yang menawarkan menu sama dan plang rumah makan yang mirip. Ternyata PakSu jeli banget. Katanya banyak mobil plat G parkir di depan rumah makan Mekar ini. Berarti rumah makan ini yang jadi pilihan orang Tegal sendiri (feelingnya PakSu loh ya). Akhirnya sepakat semua dan jatuhlah pilihan kami ke rumah makan Mawar ini

Sekarang, setiap ngelewatin kota Tegal kalo pas jam makan siang pasti mampir ke mari. Seringnya bareng temen-temen

Kali ini kebetulan lagi bareng Ibu, Bapak, Adik dan keponakan 2U (mirip Upin Ipin hihi) pas nanti jam makan siang perkiraan bakalan sampe Tegal

Sekitar jam 11 an tinggal order pesenan lewat WA, lanjut telephone supaya WA nya dibaca πŸ˜‚.
Saran saya sih pesen dulu, baru dateng. Biar nunggunya nggak kelamaan.


Kami minta nanti duduk di ruangan ber-AC yang ruangannya paling belakang. Tapi hari ini ruangan itu penuh disewa pegawai pemda.  Kami tetep dapet ruang ber-AC  tapi kursinya dari plastik

Btw rumah makan Mawar ini bentuknya aja kecil di depan, tapi begitu ke samping dan belakang bisa nampung orang banyak juga loh

Berikut menu yang kami pesan hari ini (191118).
- Teh Tawar 2 Rp. 2K
- Kopi 1 Rp. 4K
- Air Mineral 1 Rp. 4K
- Nasi Putih 5 Rp. 25K
- Jeruk Panas 2 Rp. 20K
- Cah Kangkung Polos (1 porsi) Rp. 11K
- Kelapa Muda Utuh 1 Rp. 12,K
- Capcay Kuah (1 porsi) Rp. 30K
- Cumi Besar Bakar (1 porsi) Rp. 45K
- Udang Goreng Tepung (1 porsi) Rp. 45K
- Ikan Kanang Bakar (7,5 ons) Rp. 82,5K

RM. Ikan Bakar / Sea Food "Mekar"
Jl. Kapten Piere Tendean 43- #Tegal
Telp. (0283) 351857 / 0878 3002 6521

Kamis, November 15, 2018

Menyepi di Kebun Mawar Situhapa Garut (Jawa Barat, Indonesia)

Throwback 27 & 28 Januari 2018

Mungkin ada temen2 yang belum begitu kenal dengan Garut?
Garut adalah sebuah Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia.
Makanan & produk khasnya yang paling terkenal adalah dodol garut dan jaket kulit.
Sebagian besar wilayahnya adalah pegunungan.
Jenis wisata yang ada di Kabupaten Garut tersebar di beberapa objek wisata. Salah satunya adalah Kebun Mawar Situhapa, yang merupakan tempat rekreasi dan penginapan.

Kebun Mawar Situhapa, Garut (27-28 Jan 2018)

Catatan Perjalanan 27 Januari 2018

Kami berada di Garut karena besok 28 Jan 2018 akan menghadiri pernikahan teman masa kuliah dulu (Mas Gi) yang akan menikah dengan seorang mojang (gadis) Garut (Teh Lin). Lokasi Kebun Mawar Situhapa tempat kami menginap ini relatif dekat dengan lokasi acara pernikahan besok.

Di sini tempatnya tenang, pemandangannya indah, dengan hamparan bunga mawar & tanaman lainnya seluas 5 HA. Lokasinya berada pada ketinggian 1150 MDPL, berada di tengah gunung-gunung, antara lain: Gunung Guntur, Gunung Cikuray, Gunung Papandayan dan Gunung Talaga Bodas.

Jenis kamar penginapannya seperti bungalow. Dinding serta lantai kamar terbuat dari kayu agar memberikan efek hangat karena Garut memiliki suhu dingin pada malam hari.

Ada 3 jenis kamar yang ditawarkan:
1. Magnolia. Lokasi kamar berada pada titik utama kebun, pemandangan langsung ke hamparan pulau-pulau kebun mawar. Tipe kamar ini paling besar dengan 2 lantai ruangan & 3 kamar.

2. Damascena (tipe yang kami pilih). Lokasi di bukit, pemandangan hamparan luas bunga Mawar Damascena. Terdiri dari 1 kamar yang luas, 1 kamar mandi yang luas juga (shower air panas, toilet duduk), teras yg cukup luas (tersedia kursi & meja panjang juga meja konsol). Nggak usah khawatir di sini ada TV kok jadi nggak sepi-sepi amat.

3. Geranium. Lokasi strategis, dekat dengan Restaurant dan Danau. Mirip tipe Damascena.

Karena kami tiba sore hari, Alhamdulillah dapet welcome drink berupa teh dan pisang goreng.
Untuk makan malam, kami akhirnya memilih room service karena saat jalan menuju resto tiba2 gerimis.
Makanan yang ditawarkan ada menu tradisional, nasional dan western. Porsinya rata2 lumayan besar.

Tipe Kamar Damascena (27-28 Jan 2018)

Catatan Perjalanan 28 Januari 2018

Sebelum datang ke acara pernikahan, kami sempatkan olah raga pagi sambil menghirup udara segar serta memanjakan mata melihat yang serba hijau.

Kami jalan sampai ke bukit paling atas, dimana tersedia fasilitas tempat bermain anak yang mengutamakan ketangkasan fisik. Namun disini (saat Jan 2018) tidak ada kolam renang / pemandian air panas.
Jadi ke sini cocok untuk yang memang mencari suasana yang berbeda.

Sekitar jam 7 pagi, kami mulai menuruni bukit & menuju resto untuk sarapan. Menunya buffet jadi bisa pilih sesuai selera.

Resto-nya yang ada payung putih.
Ini baru sebagian pemandangan yang bisa kita lihat di
Kebun Mawar Situhapa Garut 27-28 Jan 2018)

Setelah itu kami kembali ke kamar, bersih-bersih, siap2 check-out untuk menyaksikan akad nikah & resepsi. Sayangnya pas kami tiba, akad nikah baru saja selesai. Kami terkena macet yang tidak disangka-sangka πŸ˜₯.

Untuk temen2 yang ingin ke Kebun Mawar Situhapa Garut,  ini info selengkapnya ya.

Alamat: Jl Raya Kamojang KM 5, Samarang, Garut, Jawa Barat, Indonesia 44161.

IG: https://instagram.com/kebunmawar/


Website: http://www.kebunmawar.com


☎ (+62-85101817148) / (+62-85100706006)

Selasa, November 06, 2018

Sunset & Sunrise di Watu Karung, Desa Limasan, Pacitan, Jawa Timur, Indonesia

Sunset di Watu Karung, Desa Limasan, Pacitan
(11-Mei-2018)

Apa mungkin kita bisa melihat sunset dan sunrise dari lokasi yang sama?
Saaangat mungkiiin....(pake bangeeettt).
(pastinya dengan waktu yang berbeda yaaa☺).
Saya dan suami sudah menyaksikannya.
Yuk ikuti catatan perjalanan kami ☺.


Catatan Perjalanan 11-Mei-2018

Kali ke-2 road trip ke Pacitan (Jawa Timur), suami mengajak untuk menyepi semalam di Desa Limasan.

Desa Limasan adalah sebuah resort di tepi Pantai Watu Karung (daerah Pacitan, Jawa Timur) yang ditata mirip dengan sebuah desa.
Tempatnya tenang ... dan jauh dari keramaian. Banyaknya pohon kelapa di sekelilingnya, semakin menambah rasa nyaman untuk sejenak melarikan diri dari rutinitas .

Pantai Watu Karung sendiri banyak didatangi peselancar profesional kelas dunia.
Tetapi kami berdua bukan pasangan peselancar profesional loh yaaa...amatir aja enggak πŸ˜‚.
Kami hanya penikmat keindahan alam hasil karya Sang Pencipta.

Kembali ke Desa Limasan, di sini ditawarkan penginapan berbentuk Rumah Limasan. Beberapa tipe Rumah Limasan yang ditawarkan dengan fasilitas shower air panas di setiap rumah, antara lain:
🏑 Limasan Kecil: 
untuk 1-2 orang.

🏑 Limasan Kolam: 
untuk 2 orang dengan kolam renang pribadi pemandangan ke laut.

🏑 Limasan Darmadi: 
untuk 3-5 orang, lokasi depan pantai dan dekat kolam renang.

🏑 Limasan Hill Top (puncak bukit): 
untuk 4 orang, pemandangan Lautan Watu Karung.

🏑 Limasan Rizal: 
untuk 4-8 orang, tersedia dapur dan ruang tamu.

🏑 Limasan Besar:
untuk 8-12 orang, tersedia bathub, dapur, ruang makan, beranda panjang.

Pengertian Rumah Limasan (sumber: klik πŸ‘‡)

Kami memilih Rumah Limasan Kecil karena cukup untuk kami berdua. Kebetulan banget nuansanya pink & ungu, jadi masih ada nuansa honeymoon-nya walau kami pengantin lama πŸ˜‚πŸ˜….

Rumah Limasan Kecil (11-Mei-2018)

Di dalam Rumah Limasan Kecil yang didominasi nuansa kayu alami terdiri dari: 1 kamar, 1 tempat tidur besar, lemari, meja kerja. Ada juga AC, kulkas, dispenser air minum (tapi untuk yang disebutkan 3 terakhir ini bukan dari kayu yaaa...πŸ˜‚πŸ˜‚).
Untuk kamar mandinya tersedia toilet duduk, washtafel, shower air panas & dingin.
Di teras yang mungil tersedia meja & kursi yang bisa digunakan untuk bersantai atau untuk menikmati makan malam / sarapan (termasuk tersedia rak handuk di teras untuk menjemur pakaian sehabis renang di pantai yg ada di depan ataupun kolam renang)

Lay Out Rumah Limasan Kecil (sumber: klik πŸ‘‡)

Pastikan tiba disini sebelum matahari terbenam (sunset). Supaya kita bisa menyaksikan keindahan sunset di pantai Watu Karung (seperti foto paling atas).

Akses ke Pantai Watu Karung dekat sekali dari Desa Limasan..


Cukup hanya menyebrangi jalan kecil ini menuju
Pantai Watu Karung dari Desa Limasan (11-Mei-2018)

Dari Desa Limasan (disebelah kanan jalan yang berbatasan dengan pagar rendah dari batu), kita tinggal menyebrangi jalan kecil ini menuju pantai Watu Karung (di sebelah kiri jalan).

Kita bisa melihat langsung view pantai batu karang yang indah baik di bagian kanan / Barat (sunset akan muncul disini), maupun view pantai seperti foto di bawah ini yang berada di bagian kiri /Timur.

Terlihat anak kecil sedang bermain-main di bibir pantai
(11-Mei-2018)

Atau ... sambil menunggu melihat sunset, teman-teman bisa juga beraktifitas di halaman Desa Limasan yang luas, entah berenang di kolam atau main ayunan seperti saya (nggak ada larangan kok emak-emak main ayunan πŸ˜‚).

Main ayunan yuk ... mumpung sepi...jadi nggak malu πŸ˜‚πŸ˜‚
(11-Mei-2018)
Selesai hunting sunset, kami kembali ke Rumah Limasan Kecil karena bertepatan dengan waktu Maghrib.
Sekalian kami memesan makanan & minuman untuk makan malam.
Makan malam tersedia pilihan menu Indonesia dan rasanya cocok di lidah kami. Sayangnya koleksi fotonya sudah raib 😭

Ngomong-ngomong di sini nggak ada TV loh yaaa (kan namanya juga mau menyepi πŸ˜‚)...jadi kalau malam terasa sepi dan hening. Yang terdengar hanya suara deburan ombak.
Untuk cerita hari ini saya akhiri dulu yaaa...good night....sleep tight ❤❤❤.


Catatan Perjalanan 12-Mei-2018

Setelah Subuh, sambil olah raga jalan pagi (sambil berlomba juga dengan matahari) kami naik ke atas bukit dimana Rumah Limasan Hill Top berdiri. Untungnya sedang tidak ada yang menyewa, jadi kami nggak malu juga berkunjung ke sini πŸ˜‚

Akses masuknya berbeda dengan Rumah Limasan lainnya. Akses ke sini dibuat jalan khusus agar mobil bisa naik sampai ke puncak bukit & parkir di samping Rumah Limasan Hill Top.

Akses jalan menuju Rumah Limasan Hill Top
(foto diambil setelah sunrise 12-Mei-2018)

Lokasi parkir kendaraan di samping
Rumah Limasan Hill Top
(foto diambil setelah sunrise 12-Mei-2018)

Alhamdulillah tiba di sini kami masih sempat merekam detik-detik sunrise sambil berdiri di halaman bagian samping/belakang Rumah Limasan Hill Top

Sunrise di Rumah Limasan Hill Top
(foto 1, 12-Mei-2018)

Sunrise di Rumah Limasan Hill Top
(foto 2, 12-Mei-2018)

Sunrise di Rumah Limasan Hill Top
(foto 3, 12-Mei-2018)

Di teras Rumah Limasan Hill Top, kalau sore hari bisa menjadi tempat untuk menanti sunset (foto di bawah diambil saat hari masih pagi).
Kemarin, kami mengambil momen sunset langsung di tepi pantai (foto pertama paling atas).

Teras Rumah Limasan Hill Top
(foto diambil setelah sunrise 12-Mei-2018)

Kemarin melihat sunset persis di bibir pantai Watu Karung ini. Pagi ini kami mengamati pantai Watu Karung dari puncak bukit di teras depan Rumah Limasan Hill Top.

Pantai Watu Karung pagi hari
(view dari teras Rumah Limasan Hill Top, 12-Mei-2018)

Rumah Limasan Hill Top di Desa Limasan boleh dibilang lokasi yang paling top untuk melihat sunset dan sunrise. Bisa menjadi pilihan kalau kita berjumlah maksimum 4 orang. Sendirian juga boleh sih... nggak ada larangan kok, asalkan mau dan berani aja 😁😁😁.

Tanpa terasa matahari mulai tinggi. Waktunya kembali ke Rumah Limasan Kecil di bawah sana. Siap-siap mandi, beres-beres, sarapan dan check-out.

Dari sini kami melanjutkan perjalanan ke Seruling Samudra, Pantai Klayar. Masih di Pacitan juga.

Sementara pamit dulu yaaa....saya mau beres-beres untuk membuat catatan perjalanan lainnya ❤

Catatan Penting❗❗❗
πŸ“  Cara booking, tarif penginapan & paketnya.
Sayangnya kami booking lewat booking online lain (bukan lewat website Desa Limasan). Jadi paket menginapnya tidak termasuk makan. So...sebaiknya ... sebelum memutuskan booking online, kita harus rajin-rajin bandingin juga penawaran dari website penginapan yang kita pilih mengenai paket apa saja yang sudah termasuk di dalamnya.

πŸ“ Persyaratan & aturan penginapan.
Selain itu...pastikan kita selalu menanyakan persyaratan dan aturan tertulis yang berlaku bagi tamu di setiap penginapan. Tanyakan apakah lokasi jauh / tidak dari pusat keramaian. Apakah memungkinan memesan makanan dari luar, dsb. Jadi kita sudah antisipasi segala kemungkinan saat tiba di lokasi.

πŸ“ Rute / akses / jalur & waktu terbaik
Untuk yang ingin langsung menuju lokasi, sebaiknya sebanyak mungkin mencari informasi terkini mengenai rute/akses/jalur terbaik. Saat itu kami melewati rute Tawangmangu - Sarangan - Ponorogo - Pacitan & banyak berhenti (biasaaa....selalu ingin meng-capture pemandangan indah) dan secara jarakpun rute ini lebih jauh dari rute biasa/pada umumnya.

Mendekati lokasi, kami menjumpai jalan yang kecil, tidak mulus, berkelok-kelok, sepi, kadang suasana gersang, kadang rimbun.

Carilah waktu/bulan terbaik. Berlibur ke pantai kalau di musim hujan rasanya sayang sekali kita hanya bisa berdiam diri kamar saat hujan turun ☔😁.


Informasi tambahan:
IG: https://www.instagram.com/desalimasan/

Website: http://www.desalimasan.com

Alamat:
Desa Limasan, Dusun Ketro
Watu Karung, Pringkuku, Pacitan
Jawa Timur – Indonesia
Coordinates: S 08°14'14,1" , E 110°58'29,2"

Kontak yang bisa dihubungi :
Indonesian Speaking:
(+62)81332316459 Pak Kukuh

English Speaking:
(+62)811398712 Jamila Gerber
(+62)8123809237 Roman Gerber

Alamat Email:
desa.limasan@gmail.com

Kamis, November 01, 2018

Nuansa Mexico di Cafe La Costilla, Bandung, Jawa Barat, Indonesia


Cafe La Costilla, Bandung 271018

Tiba di Bandung hari Sabtu 27-Okt-18, pas mendekati jam makan siang. Langsung saya diminta PakSu Mas @paidjho.sm untuk browsing tempat makan yang searah dengan rute keluar pintu Tol Pasteur menuju arah Jl. Dr. Setiabudhi (tempat acara reuni nanti).

Berdasarkan referensi dan review dari pengunjung beberapa resto/cafe pilihan, akhirnya PakSu memilih ngajak makan siang di Cafe La Costilla Jl. Karangsari 8, Sukajadi.

Selain pertimbangan lokasi yang searah dengan tempat tujuan, kalo kami intip-intip cafe ini bukan hanya sekedar menawarkan menu iga / ribs (seperti arti La Costilla itu sendiri dalam Bahasa Spanyol), tetapi banyak pilihan menu lain yang ditawarkan.

Menuju kesini cukup ikuti petunjuk Google Map, dengan mudah kami tiba di lokasi yang memang strategies di tepi jalan raya & dekat jalan utama.
Walaupun tidak ada lahan parkir khusus, tetapi saat itu suasana masih sepi jadi kami mudah mencari parkir di sebrang cafe ini (sesuai arahan petugas parkir).

Dari luar terlihat kalau cafe ini tidak terlalu luas, bentuknya seperti rumah yang didominasi jendela kaca berwarna biru.
Tetapi begitu kami masuk, ternyata bentuk cafe ini memanjang ke arah belakang.

Area pintu masuk cafe La Costilla
(foto diambil dari arah dalam, terlihat suasana jalan raya)

Non-Smoking area

πŸ‘† Awalnya kami memilih duduk di sini karna ada kursi sofa-nya. Tetapi ternyata ruangan yang disini non-smoking area, PakSu nggak bisa duduk disini. Jadi kami terpaksa pindah ke bagian dalam yang ruangannya lebih terbuka

Smoking area

πŸ‘†Duduk disini ruangannya lebih terbuka karna memang smoking area. Jadi memang cocok untuk PakSu. Di sini lebih terasa tema Mexico-nya dengan adanya kaktus mini di setiap meja dengan lantai yang dipenuhi batu kerikil kecil berwarna putih

πŸ‘‡Kalo duduk di kursi biru yang disebrang itu, yang dindingnya ada lukisan, walaupun semi outdoor tetap terhitung non-smoking area.

Non-Smoking area

Gak berapa lama setelah kami pilih table, kami diberikan buku menu. Walaupun di menu tertera nama makanan & minuman yang disertai penjelasan apa saja kandungan di dalam makanan & minuman tersebut, tetep aja lebih pede dengan bertanya detail sama Mas Waitress-nya πŸ˜„

Beberapa menu makanan & minuman yang ditawarkan
(tidak semua menu saya foto)

Seperti cafe/resto pada umumnya, harga makanan dan minuman di sini belum termasuk tax 10% dan service charge 5%.

Setelah bertanya dan memilih yang sesuai selera saat itu, kami memilih menu sbb:
1 Minuman:  Mocktail Kiwi Ino Rp. 28.000
1 Minuman: Peach Ice Tea Rp .28.000
1 AUS Sirloin RP. 78.000
1 Dessert: Caramello Manzana Rp. 38.000

Sambil menunggu pesanan kami tersaji di meja, sebenarnya di area smoking room ini pengen banget fotoin dinding merah muda berpintu hijau toska, dimana  dindingnya dihiasi lampu hias berbentuk pohon kaktus besar. Tapi karna pengunjung lain berlama-lama di spot tersebut, akhirnya saya cukup memotret kaktus mini yang ada di table 14 tempat kami duduk πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Kalo nggak salah nama/jenis kaktus ini adalah Mamil Kaktus

Akhirnya datang juga pesanan saya & PakSu. Karna takut kekenyangan di acara reuni nanti, jadinya saya cuma pesen dessert & minuman. Saya tertarik untuk pesen dessert Caramello Manzana (Apel Karamel) yang terdiri dari baked apple, salted caramel sc, butter crumb, ice cream. Sedangkan minumnya saya pilih Mocktail Kiwi Ino yang terdiri dari dragon fruit (buah naga merah), kiwi, apple jc.

Dessert: Caramello Manzana
Minuman: Kiwi Ino

Kalo PakSu @paidjho.sm pilih makan siangnya yang berat yaitu Classic Sirloin / AUS Sirloin yang terdiri dari Grill Sirloin, French Fries, Mix Salad, Balsamic Vinegar Dressing choice: black pepper dan minumannya Peach Ice Tea

AUS Sirloin

Menu makan siang kami di table 14 (smoking area)


Presentasi makanan & minumannya cantik.
Rasanya juga cocok di lidah kami.
Kalo intip IG-nya La Costilla, Chef disini namanya Joseph (ex-Tony Roma's). Pantesan aja yaaa...

Cafe dengan motto nya "Barriga Llena Corazon Contento" (tertera di bill juga), kalo diartikan pake google translate kurang lebih "Perut Kenyang Hati Senang" ... beneran cocok deh dengan apa yang kami rasakan.

Boleh dibilang cafe ini beneran cozy, casual, good for kids & good for groups.

Yang ingin tau sejarah singkat tentang Cafe La Costilla, saya rangkum secara singkat di sini yaaa ...
πŸ”΅ Berdiri tanggal: 15 Juni 2017
πŸ”΅ Konsep: cafe ala Mexico
πŸ”΅ Menu: Mexico & Western
πŸ”΅ Pemilik: Prasaja Ivan & Monica Setiadi

Ivan seorang chef yang ahli dalam bumbu barbeque ribs.
Monica yang membuat spot instagramable
(dikutip dari:
http://jabar.tribunnews.com/2017/09/14/kafe-la-costilla-kafe-tulang-rusuk-ala-mexico-yang-sedang-hits-di-bandung )

Yang ingin cobain makan & selfie bareng keluarga bisa kepo-in 

IG: @la_costillabdg

Serving Time:
10.30 AM - 10.00 PM
Weekend : 9 AM - 10 PM

Alamat: 
Jl. Karangsari 8, Bandung 40131


RETJEH. Buku Kumpulan Fiksi Mini.

Berpuluh tahun rasanya saya tidak pernah berjumpa dengan kakak kelas di SMA, Mas Wishnu Giar . Dunia literasi akhirnya mempertem...