Jadwal road trip Jakarta - Pagar Alam (Sumatera Selatan) dan sekitarnya bertepatan dengan Hari Kemerdekaaan RI ke-73.
Walaupun konvoinya hanya 2 kendaraan, tetap mempunyai kesan tersendiri karena iitinerary-nya lengkap, ada wisata alam, kuliner dan tanpa sengaja jadi memahami budaya setempat
17-08-2018
Jam 2 pagi tiba di Pelabuhan Merak (Banten). Ternyata jumlah
kendaraan membludak karena long weekend. Kami antre sampai jam 6 pagi.
Alhamdulillah akhirnya dapat menyebrangi Selat Sunda dan merapat di Pelabuhan Bakauheni (Lampung) jam 8.30 pagi.
Kami sempatkan makan siang di Tanjung Karang lalu melanjutkan perjalanan ke Lahat untuk menginap di hotel yang sudah dipesan secara online.
![]() |
| Gapura Selamat Datang di Kota Bandar Lampung (dokumentasi lama, 24-12-16) |
Untuk
menghemat waktu kami berhenti hanya untuk sholat dan ke SPBU. Untungnya
sudah siap bawa perbekalan makanan dari Jakarta.
Walaupun selama perjalanan panjang ini sempat menemui beberapa jalan yang rusak, Alhamdulillah jam 11 malam sampai juga di Hotel Grand Zuri Lahat.
18-08-2018
Pagi ini banyak pilihan makanan baik western maupun tradisional. Walaupun hotelnya sudah bernuansa modern tetapi masih menyajikan menu tradisional. Salut 🖖.
![]() |
| Pilihan makanan dan minuman tradisional untuk sarapan. Kami sempat diminta foto bersama manajemen hotel (18-08-18). |
Topik pembicaraan saat sarapan pagi ini tentang durian Gumay Ulu. Atas rekomendasi pihak hotel,
disarankan untuk mencoba juga durian Tanjung Sakti. Jadi tertarik juga melewati Tanjung Sakti untuk rute pulang ke Jakarta besok.
Selesai check out, konvoi lagi menuju Pagar Alam melewati rute Gumay Ulu. Tapi sayangnya
tidak satupun penjual durian yang kami jumpai. Namun rasa kecewa
terbayar dengan menyaksikan pemandangan yang indah dan masih alami. Dari sini kami melanjutkan perjalanan ke Pagar Alam.
![]() |
| Rute Lahat - Gumay Ulu - Pagar Alam (18-08-18) |
![]() |
| Rute Lahat - Gumay Ulu - Pagar Alam (18-08-18) |
Perkebunan
Teh Gunung Dempo (3159 mdpl), Pagar Alam
Pagar Alam dikenal karena perkebunan tehnya yang sangat luas dan indah yang berada di kaki Gunung Dempo. Kondisi jalannya bagus walau sempit dan berkelok. Kendaraan dapat naik hanya sampai ketinggian di area
yang bertuliskan "PagarAlam".
Saat itu cuaca
sedang mendung dan gerimis. Puncak gunung pun terlihat berkabut. Bila ingin mendaki sampai ke puncak, harus berjalan kaki +/- selama 6
jam.
![]() |
| Perkebunan Teh Gunung Dempo (3159 mdpl), Pagar Alam (18-08-18) |
Tiba di area parkir ada beberapa warung sederhana. Kami mampir untuk sekedar melepas lelah. Sekalian mencoba kue "gunjing" (lafal: gonjeng) yang bentuk dan rasanya mirip pukis. Setelah puas berfoto, bersiap turun ke kota untuk mencari makanan yang lebih berat.
![]() |
| Pemandangan kota Pagar Alam yang tertutup awan mendung dan gerimis dilihat dari perkebunan teh Gunung Dempo (18-08-18) |
Resto 88,
Simpang Manak
Taraaa ... sekarang waktunya makan berat yang tertunda.
Resto 88 menjadi pilihan hasil dari googling, rating dan rekomendasi pengunjung.
Resto 88 menjadi pilihan hasil dari googling, rating dan rekomendasi pengunjung.
Pilihan menunya
cukup banyak. Kami pilih ikan gurame asam manis, pindang ikan patin dan bebek
tauco cabe ijo. Ternyata porsinya besar dan mayoritas disajikan dengan nuansa
tomat yang melimpah. Untuk rasa, cocok untuk yang suka rasa asam dan pedas.
Selesai makan, kami bertanya ke pemilik restoran dimana bisa membeli
kopi bubuk asli Pagar Alam. Ternyata toko oleh-olehnya persis di sebelah
restoran.
![]() |
| Bagian dalam Resto 88, Simpang Manak (18-08-18) |
Oleh-oleh Kopi dan Teh Pagar Alam
Sepintas toko Rizky Kurnia terlihat seperti bukan toko oleh-oleh. Ternyata di sini menjual kopi bubuk, berbagai macam teh, dll.
Penjelasan pemilik toko, kopi merk "EKA" yang mereka jual adalah produksi sendiri dan juga berasal dari kebun kopi sendiri.
Kopi yang dipanen hanya yang sudah berwarna merah, dijemur di atas terpal (tidak menyentuh tanah langsung), sehingga bubuk kopi bersih tidak bercampur tanah (tidak ada yang mengambang saat diseduh). Kopi di roasted pakai arang dan digiling sendiri.
Kopi yang dipanen hanya yang sudah berwarna merah, dijemur di atas terpal (tidak menyentuh tanah langsung), sehingga bubuk kopi bersih tidak bercampur tanah (tidak ada yang mengambang saat diseduh). Kopi di roasted pakai arang dan digiling sendiri.
Harga untuk kopi kemasan 250 gr Rp. 10.000,-.
Untuk teh, kami dipilihkan teh hitam CTC Bukit Dingin Gunung
Dempo. Teh ini merupakan teh seduh tanpa disaring. Harga untuk teh kemasan 50
gr sekitar Rp 7 - 8 ribuan.Tanpa terasa waktu sudah mendekati Maghrib, kami sudahi explore hari ini.
Durian Tembago Gumay Ulu
Menuju arah ke penginapan, tiba-tiba kami melihat satu-satunya penjual
durian di mobil pick up. Ternyata duriannya dari Gumay Ulu (menurut Pak Arul
sang penjual durian).
Wah sepertinya tadi pagi waktu kami melewati Gumay Ulu seluruh
duriannya sudah keburu diborong oleh Pak Arul ya 😂. Tapi menurut beliau memang panen durian lagi menurun.
Kami mencoba sebagian di tempat dan membawa pulang ke Jakarta beberapa buah yang masih utuh. Harga durian mulai dari Rp. 20.000 per buah.
Setelah itu kami langsung menuju Besh Dempo Flower Hotel
(DFH) untuk check in. Pemesanan sudah dilakukan secara online saat di Jakarta. Lokasi hotel berada di kaki perkebunan teh yang kami datangi
tadi.
Baik hotel di Lahat maupun di Pagar Alam menyarankan pemesanan online sebaiknya lewat website mereka, karena harganya lebih murah.
Baik hotel di Lahat maupun di Pagar Alam menyarankan pemesanan online sebaiknya lewat website mereka, karena harganya lebih murah.
19-08-2018
Pagi hari dimanjakan dengan tampilan sunrise cantik dari
pegunungan Bukit Barisan dan dari sebelah barat terlihat Gunung Dempo yang berkabut
tipis.
![]() |
| Sunrise Pegunungan Bukit Barisan dan view Gunung Dempo dari Besh DFH (Dempo Flower Hotel) (19-08-18) |
Sambil sarapan, kami diperdengarkan permainan gitar tradisional Basemah yang bentuknya unik oleh Bapak Arman Idris. Beliau tokoh seniman Basemah (Pagar Alam) yang menerima beberapa penghargaan berkat dedikasinya terhadap budaya Basemah (silahkan googling).
Selesai sarapan dan check out, kami meninggalkan Pagar Alam menuju Tanjung Sakti.
Tanjung
Sakti
Sampai daerah Tanjung Sakti sekitar jam 9 pagi. Kebetulan melihat
penjual durian jatohan (matang pohon). Karena penjualnya sekaligus pemilik kebun
durian, jadi duriannya dijual per buah "hanya" Rp. 15.000,-.
Gembira dong. Murah sekali dibandingkan harga di Jakarta.
Setelah mencoba beberapa, kami bawa yang masih utuh sekedarnya saja.
Kalo kebanyakan takut pingsan juga sama bau durian ☺.
Selesai mengepak durian, melanjutkan perjalanan lagi. Melewati jalur Lintas Barat Sumatera ini pemandangannya indah dan lengkap,
ada gunung, hutan dan pantai.
![]() |
| Jalur Lintas Barat Sumatera (19-08-18) |
Saking sepinya monyet pun pede duduk santai di tengah jalan 😁. Sebaiknya sih konvoi minimal 2 kendaraan dan tidak jalan di malam hari, karena rumah penduduk saling berjauhan.
Selain itu yang harus diwaspadai adalah:
☑ Jalan yang longsor. Saat itu sedang tahap perbaikan.
☑ Kondisi jalan yang naik turun gunung, berkelok tajam, kadang menyempit.
☑ Jalan yang sempat terputus dan masih dalam perbaikan namun sudah
bisa dilewati.
![]() |
| Rumah penduduk yang kami lewati di jalur lintas barat Sumatera (19-08-18) |
![]() |
| Monyet di tengah jalan di jalur lintas barat Sumatera (19-08-18) |
![]() |
| Pemandangan laut di jalur lintas barat Sumatera (19-08-18) |
![]() |
| Kondisi jalan yang sempat terputus dan masih dalam perbaikan (lokasi setelah Krui, Lampung) (19-08-18) |
Sate Ikan
Tuhuk (Blue Marlin).
Rencananya makan siang di daerah Krui, Lampung untuk mencoba sate ikan tuhuk. Namun saat tiba sudah agak kesorean. Rumah Makan Pondok Kuring menjadi pilihan hasil dari browsing, rating dan rekomendasi pengunjung. Walaupun terlihat sederhana namun untuk urusan rasa tidaklah sederhana. Pernah juga loh diulas di harian KOMPAS 04-07-2015.
Saatnya siap-siap kembali ke Jakarta. Alhamdulillah road trip kali ini diberi kelancaran dan kesehatan oleh Allah SWT. Kami tiba di Pelabuhan Bakauheni jam 12 malam tanpa antre dan jam 4 pagi sudah tiba di rumah.
Selain itu, juga berkat perencanaan yang matang dengan mencari banyak Informasi lewat media sosial.
Ayo teman-teman, manfaatkan media sosial untuk mengenalkan daerahmu yang selama ini
menjadi "Wonderful Indonesia" yang tersembunyi.
Caranya dengan berpartisipasi di “Wonderful
Indonesia” Blog Competitions 2018.
Untuk ketentuannya klik disini 👇ya
Jangan lupa, deadline-nya sampai tanggal 4 Desember 2018.
Untuk ketentuannya klik disini 👇ya
Jangan lupa, deadline-nya sampai tanggal 4 Desember 2018.
![]() |
| Term & Condition "Wonderful Indonesia" Blog Competitions 2018 (online) |
![]() |
| Sumber: Wonderful Indonesia - Brand Guidance (online) |































Tidak ada komentar:
Posting Komentar