Minggu, Oktober 10, 2021

Apresiasi


Buku kisah inpiratif dari 25 Dokter Indonesia berjudul CINTA TAWA dan LUKA yang saya terima kemarin malam, adalah bentuk APRESIASI dari komunitas Perempuan Penulis Padma (Perlima) terhadap para anggotanya yang turut berpartisipasi dalam event menulis jurnal selama 30 hari di bulan September 2021.

Tadi malam saya baru sempat membaca kata pengantar buku CINTA TAWA dan LUKA dari Ikatan Dokter Indonesia Pusat yang mengatakan “Tak Mudah Menjadi Dokter Penulis”. Beliau pun mengAPRESIASI Padmedia Publisher yang berkenan menghimpun 25 kisah luar biasa ini.

Ada pula kata pengantar dari Kak Wina Wibowo Bojonegoro  sebagai founder Perlima dan juga CEO @padmedia.publisher , yang memberikan semacam “bocoran singkat” isi tulisan dari para Dokter Penulis tersebut. Pengantar dari beliau ini sangat memudahkan saya untuk memilih kisah mana yang ingin saya baca terlebih dahulu dalam buku setebal 248 halaman.

Hari ini saya baru sempat membaca cerita “Pelajaran dari Barle Hertog”, “Nafsi dan Nafsu” serta “Insight”. Masih ada 22 cerita lagi dari para Dokter Penulis yang ingin segera saya tuntaskan.

Baru membaca 3 cerita saja saya semakin menyadari bahwa Dokter juga manusia. Sama seperti saya yang pernah mengalami CINTA TAWA dan LUKA (maaf curcol ya 😀).

Oh iya … ada pula APRESIASI lainnya dari komunitas Perlima untuk para anggota yang mendapatkan buku CINTA TAWA dan LUKA ini, bahwa jurnal-jurnal kami akan dibukukan loh dalam buku yang berjudul “RUMAH BERDINDING KISAH”.

Selain itu kami akan mendapatkan bimbingan dari dua orang coach yang berpengalaman sebagai jurnalis dan penulis sastra. Mohon doa dari teman-teman semoga proses pembuatan buku “RUMAH BERDINDING KISAH” ini berjalan lancar dan menjadi BEST SELLER. Aamiin.

Menjadi bagian dari komunitas yang memiliki moto “Berdaya dan Bahagia” ini, memang selalu membuat saya terdorong untuk terus mengasah kemampuan saya tanpa melupakan kesenangan dan ketenteraman.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RETJEH. Buku Kumpulan Fiksi Mini.

Berpuluh tahun rasanya saya tidak pernah berjumpa dengan kakak kelas di SMA, Mas Wishnu Giar . Dunia literasi akhirnya mempertem...