![]() |
| Makkah, Maret 2014 |
Ibadah umroh bisa
dilaksanakan bukan hanya oleh yang mampu (secara finansial) dan yang mau saja. Beberapa
teman bercerita mereka bisa berangkat secara gratis (bahkan berkali-kali) karena
dibiayai oleh atasan, teman, saudara atau karena ditunjuk sebagai pembimbing
umroh. Jadi jangan pesimis dulu ya friends,
pasti selalu ada jalan asalkan diniatkan dengan kuat dan berdo’a kepada Allah
SWT. Aamiin 😊.
Kami sendiri tidak
menyangka kalau taun ini Insya Allah akan kembali lagi. Teringat Maret 2014
saat di Baitullah kami berdo’a agar diberi kesempatan suatu saat bisa kembali
kesini. Seiring berjalan waktu, sekitar September 2018 selesai kami sholat
Subuh terjadi pembicaraan singkat: “…daripada Desember nanti kita road trip panjang
seperti taun 2017, gimana akhir taun ini kita Umroh aja?”. Alhamdulillah kami
berdua sepakat.
Mulailah
mencari travel umroh area Jakarta yang
bisa memberangkatkan minggu ke-4 Desember 2018 (supaya suami cutinya nggak
terlalu lama). Karena kalo pake travel yang dulu, walaupun bagus tapi mereka menerapkan
harga paket dalam mata uang US dolar. Sedangkan dolar yang hampir menembus angka Rp.15 ribu itu
berasa banget untuk kami. Jadi mulailah
hunting travel yang terpercaya yang masih menerapkan biaya dalam Rupiah.
(Nama
travelnya nggak usah saya sebut sekarang ya, nanti aja kalo udah pulang. Kalo
pelayanannya memuaskan, Insya Allah akan saya ulas untuk referensi teman-teman 😊
Pemilihan Travel Umroh
Mencari
travel yang bisa memberangkatkan tanggal yang di mau, menerapkan harga paket dalam
rupiah dan lokasi hotel dekat dengan Masjidil Haram (Makkah) dan Masjid Nabawi
(Madinah) memang harus banyak tanya kiri-kanan baik offline maupun online.
Yang harus
dipastikan adalah: travelnya berizin, pasti jadwalnya, pasti terbangnya, pasti hotelnya,
pasti visanya. Pokoknya semuanya harus pasti.
Atas
rekomendasi teman road trip yang
punya travel umroh (tapi sayangnya ngga punya jadwal keberangkatan yang kami
mau), ditunjukkan travel lain saat travel
fair di Jakarta Convention Centre
(JCC) Minggu 7-Okt-18. Akhirnya
travel inilah yang jadi pilihan.
Pemilihan Paket Umroh
Ibadah
umroh sebenarnya sehari pun beres dan hanya dilakukan di Makkah. Tetapi hampir semua
travel memberikan kesempatan umroh lebih dari satu kali di hari-hari berikutnya. Masjid Nabawi yang berada di Madinah pun selalu dimasukkan ke dalam itinerary perjalanan umroh. Ada pula jadwal mengunjungi beberapa masjid dan tempat bersejarah lainnya.
Paket
tersingkat yang kami pilih 9 hari (termasuk perjalanan pp), supaya suami masih punya
waktu istirahat di rumah sebelum kembali bekerja di awal taun.
Harga paket bervariasi
tergantung tanggal keberangkatan, pemilihan airline
dan jumlah jama’ah setiap kamar yaitu double (ber-2), triple (ber-3) dan quad
(ber-4). Karena berangkat tidak bersama keluarga besar, kami memilih sekamar
berdua.
Dapet informasi
pula, mulai April 2018 Biaya Penyelenggara Ibadah Umroh (BPIU) referensi
ditetapkan sebesar Rp. 20 juta. Referensi ini berguna bagi masyarakat untuk
menimbang harga paket umroh yang di tawarkan PPIU (Penyelenggara Perjalanan
Ibadah Umroh)/travel.
Jangan tergiur penawaran paket di bawah harga referensi
ya friends. Kecuali ada yang ala backpacker-an yang bisa menawarkan harga
murah karena hunting tiket pesawat dilakukan
sendiri dan sudah jauh-jauh hari. Kebetulan sahabat baik saya pembimbing umroh backpacker. Cuma waktu aja yang bikin kami nggak bisa bareng beliau karena masalah jadwal.
Pendaftaran dan Pembayaran
Saat pendaftaran kami diminta menyerahkan dokumen, sbb:
* Photo copy Kartu Tanda Penduduk (KTP).
* Photo copy Kartu Keluarga (KK).
* Surat Nikah Asli (untuk suami istri yang berangkat bersama, dan usia istri dibawah 45 taun)
* Foto berwarna 4x6 = 5 lembar, 3x4 = 5 lembar, dengan latar belakang putih dan ukuran kepala/wajah 80% (tidak memakai seragam dinas, untuk wanita memakai jilbab selain warna putih).
Membayar booking seat yang sudah ditentukan dan pelunasan harus diselesaikan 1 bulan sebelum keberangkatan.
Saat pembayaran booking seat diberikan koper 2 buah yang berisi buku panduan do'a, kain seragam travel (yang harus segera dijahit), kain ihram, ikat pinggang ihram, mukena besar dan kecil, tas kecil.
Pembuatan Paspor Suami di Kantor
Imigrasi Kelapa Gading (Jakarta Utara) yang Relatif Sepi dan Cepat
Masa berlaku
paspor yang diperbolehkan minimal 8 bulan sebelum keberangkatan. Paspor saya
masih berlaku sampai taun 2020. Sementara paspor lama suami sudah habis masa
berlakunya pertengahan taun lalu. Jadi pe-er nya cuma tinggal paspor suami aja.
Cari info secara offline dan online, kantor imigrasi yang lumayan sepi pendaftar di hari Kamis ada di daerah Kelapa Gading (Jakarta Utara). Langsung saat itu juga mendaftar secara online di http://www.imigrasi.go.id
Kamis 18-Okt-18 tiba di Kantor
Imigrasi Kelapa Gading sambil membawa paspor lama dan dokumen lainnya. Beneran prosesnya cepet dan gak antre panjang.
Untuk paspor
umroh selain harus berjumlah 48 halaman juga nama yang tertera minimal harus 3
suku kata. Suami yang namanya cuma 2 suku kata terkena aturan ini dan memilih
menambahkan nama ayahnya. Proses ini dinamakan endorsements (catatan-pengesahan).
Untuk pembuatan paspor
dengan endorse, saat ini harus menunjukkan:
* Surat Rekomendasi dari Kantor Kementrian Agama setempat (sesuai domisili KTP).
* PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah
Umroh) travel.
Supaya menghemat
waktu dan tenaga, untuk pengurusan endorse
kami serahkan kepada travel dengan membayar Rp. 200 ribu.
Pihak imigrasi memberikan bukti pengantar pembayaran. Pembayaran dilakukan secara online melalui bank (paling lambat 7 hari kerja) dengan memasukkan No. kode MPN G2 sebanyak 15 digit
angka (kode bayar)
Untuk mengetahui
kapan paspor selesai, cukup ketik #nomorpermohonan (16 digit angka) ke WhatssApp
Imigrasi Jakarta Utara 0821-1200-4032.
Jawaban otomatis muncul dengan info sbb:
Nomor Permohonan, Nama, No. Kode MPN G2 (Kode Bayar), jam pengambilan di hari
kerja, serta persyaratan pengambilan paspor termasuk batas waktu pengambilan
maksimum 1 bulan atau dianggap batal.
Vaksin Meningitis di Hari Sabtu - RSUP
Fatmawati (Gedung Griya Husada).
Link: Pendaftaran Vaksin Meningitis Secara Online
Link: Mengapa Vaksin Meningitis Dan Buku Kuning Vaksin Meningitis
Link: Mengapa Vaksin Meningitis Dan Buku Kuning Vaksin Meningitis
Masa berlaku vaksin
meningitis sampai 2 taun. Artinya kami harus melakukan vaksin ulang.
Sebagian
besar KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) penyedia vaksin meningitis
dengan pendaftaran online hanya melayani di hari kerja. Karena suami bekerja,
kami hanya bisa memilih lokasi yang melayani di hari Sabtu. Salah satunya RSUP
Fatmawati, Gedung Griya Husada.
Untuk
menanyakan ketersediaan vaksin dapat menelpon ke 021-7501524 ext. 1558 dan 1507
atau langsung ke Griya Husada 021-7660602. Pengecekan ini karena jatah vaksin di
tiap tempat berbeda dan ada batas maksimumnya per hari.
Pembukaan pendaftaran
mulai jam 7 pagi sampai jam 2 siang. Walaupun proses suntiknya cepet, yang
bikin lama adalah waktu pendaftaran (karena dilakukan input data ke komputer secara
mandiri, sementara kecepatan tiap orang berebeda) dan juga panjangnya antrean untuk
proses penyuntikan.
Kami datang hari
Sabtu 24-Nov-18 jam 9 pagi namun baru selesai jam 2 siang, karena selesai pendaftaran
dapet nomer antreannya sudah yang ke 207 dan 210.
Pertama tiba
di sini, saat menuju pintu masuk (lantai 1) masih terlihat antrean yang relatif
pendek untuk input data ke komputer. Dengan computer yang tersedia sebanyak 3 buah.
Setelah input data hasilnya di print
termasuk nomer antreannya.
Lalu proses selanjutnya harus ke
lantai 2.
Menyerahkan
hasil print bio data beserta nomor antrean. Tumpukan berkas dipisahkan antara
pria dan wanita. Nah disini proses ekstra sabaaarrr yang ke-2 dimulai. Karena dipanggil
setiap 10 orang untuk masuk ke suatu ruangan untuk proses suntik.
Saya
dipanggil sekitar jam 11-an sementara suami setelah jam 1 siang karena
terpotong waktu istirahat (jam 12 – 1 siang).
· Setelah
proses suntik, lalu bayar ke kasir. Biaya
suntik per orang Rp. 305 ribu.
· Menyerahkan bukti pembayaran kembali ke bagian penyerahan bio data tadi. Sekitar jam 2
siang kami diberikan buku kuning tertulis “International Certificate Vaccination
or Prophylaxis” yang sudah ditulis di bagian depan dengan nama dan nomor paspor
sedangkan di bagian dalam ditulis bio data singkat, tanda tangan dokter dan
masa berlaku vaksin.
Buku kuning
bukti vaksin meningitis kami serahkan ke kantor pusat travel hari Senin 26-Nov-18.
Senin 3-Des-2018 pemberitahuan jadwal manasik nanti hari Sabtu 8-Des-2018 jam 09.00 di Gedung Serba Guna 3 – Asrama Haji Pondok Gede – Jakarta Timur.
Namun di tanggal
yang sama suami harus menjadi nara sumber di sebuah acara. Alhamdulillah ada
jadwal manasik lain di Asrama Haji Bekasi.
CATATAN:
Pentingya bagi kita mendapatkan informasi penawaran paket umroh secara tertulis untuk mengetahui biaya yang termasuk dan tidak termasuk dari paket yang ditawarkan.
Insya Allah ceritanya nanti bersambung ke bagian 2 ya friends
tentang
“Ibadah Umroh. Belajar dan Pahamilah Sebelum Berangkat”.
(Ide tulisan dibuat
berdasarkan pengalaman saya yang merasa (mohon maaf) prihatin dengan ketidaktmengertian beberapa jama’ah tetang prosesi yang benar dan bertanya/menyadari kesalahan setelah
ibadah selesai).







































