Selasa, Desember 11, 2018

Apa Saja Yang Harus Dipersiapkan Untuk Ibadah Umroh? (Bagian 1)

Makkah, Maret 2014

Ibadah umroh bisa dilaksanakan bukan hanya oleh yang mampu (secara finansial) dan yang mau saja. Beberapa teman bercerita mereka bisa berangkat secara gratis (bahkan berkali-kali) karena dibiayai oleh atasan, teman, saudara atau karena ditunjuk sebagai pembimbing umroh. Jadi jangan pesimis dulu ya friends, pasti selalu ada jalan asalkan diniatkan dengan kuat dan berdo’a kepada Allah SWT. Aamiin 😊.
Kami sendiri tidak menyangka kalau taun ini Insya Allah akan kembali lagi. Teringat Maret 2014 saat di Baitullah kami berdo’a agar diberi kesempatan suatu saat bisa kembali kesini. Seiring berjalan waktu, sekitar September 2018 selesai kami sholat Subuh terjadi pembicaraan singkat: “…daripada Desember nanti kita road trip panjang seperti taun 2017, gimana akhir taun ini kita Umroh aja?”. Alhamdulillah kami berdua sepakat.
Mulailah mencari travel umroh area Jakarta yang bisa memberangkatkan minggu ke-4 Desember 2018 (supaya suami cutinya nggak terlalu lama). Karena kalo pake travel yang dulu, walaupun bagus tapi mereka menerapkan harga paket dalam mata uang US dolar. Sedangkan dolar yang hampir menembus angka Rp.15 ribu itu berasa banget untuk kami. Jadi mulailah hunting travel yang terpercaya yang masih menerapkan biaya dalam Rupiah.
(Nama travelnya nggak usah saya sebut sekarang ya, nanti aja kalo udah pulang. Kalo pelayanannya memuaskan, Insya Allah akan saya ulas untuk referensi teman-teman 😊


Pemilihan Travel Umroh

Mencari travel yang bisa memberangkatkan tanggal yang di mau, menerapkan harga paket dalam rupiah dan lokasi hotel dekat dengan Masjidil Haram (Makkah) dan Masjid Nabawi (Madinah) memang harus banyak tanya kiri-kanan baik offline maupun online.



Yang harus dipastikan adalah: travelnya berizin, pasti jadwalnya, pasti terbangnya, pasti hotelnya, pasti visanya. Pokoknya semuanya harus pasti.

Atas rekomendasi teman road trip yang punya travel umroh (tapi sayangnya ngga punya jadwal keberangkatan yang kami mau), ditunjukkan travel lain saat travel fair di Jakarta Convention Centre (JCC) Minggu 7-Okt-18. Akhirnya travel inilah yang jadi pilihan.


Pemilihan Paket Umroh

Ibadah umroh sebenarnya sehari pun beres dan hanya dilakukan di Makkah. Tetapi hampir semua travel memberikan kesempatan umroh lebih dari satu kali di hari-hari berikutnya. Masjid Nabawi yang berada di Madinah pun selalu dimasukkan ke dalam itinerary perjalanan umroh. Ada pula jadwal mengunjungi beberapa masjid dan tempat bersejarah lainnya.

Paket tersingkat yang kami pilih 9 hari (termasuk perjalanan pp), supaya suami masih punya waktu istirahat di rumah sebelum kembali bekerja di awal taun.
Harga paket bervariasi tergantung tanggal keberangkatan, pemilihan airline dan jumlah jama’ah setiap kamar yaitu double (ber-2), triple (ber-3) dan quad (ber-4). Karena berangkat tidak bersama keluarga besar, kami memilih sekamar berdua.



Dapet informasi pula, mulai April 2018 Biaya Penyelenggara Ibadah Umroh (BPIU) referensi ditetapkan sebesar Rp. 20 juta. Referensi ini berguna bagi masyarakat untuk menimbang harga paket umroh yang di tawarkan PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh)/travel. 

Jangan tergiur penawaran paket di bawah harga referensi ya friends. Kecuali ada yang ala backpacker-an yang bisa menawarkan harga murah karena hunting tiket pesawat dilakukan sendiri dan sudah jauh-jauh hari. Kebetulan sahabat baik saya pembimbing umroh backpacker. Cuma waktu aja yang bikin kami nggak bisa bareng beliau karena masalah jadwal.


Pendaftaran dan Pembayaran

Saat pendaftaran kami diminta menyerahkan dokumen, sbb:
* Photo copy Kartu Tanda Penduduk (KTP).
* Photo copy Kartu Keluarga (KK).
* Surat Nikah Asli (untuk suami istri yang berangkat bersama, dan usia istri dibawah 45 taun)
* Foto berwarna 4x6 = 5 lembar, 3x4 = 5 lembar, dengan latar belakang putih dan ukuran kepala/wajah 80% (tidak memakai seragam dinas, untuk wanita memakai jilbab selain warna putih).



Membayar booking seat yang sudah ditentukan dan pelunasan harus diselesaikan 1 bulan sebelum keberangkatan.
Saat pembayaran booking seat diberikan koper 2 buah yang berisi buku panduan do'a, kain seragam travel (yang harus segera dijahit), kain ihram, ikat pinggang ihram, mukena besar dan kecil, tas kecil.



Pembuatan Paspor Suami di Kantor Imigrasi Kelapa Gading (Jakarta Utara) yang Relatif Sepi dan Cepat


Masa berlaku paspor yang diperbolehkan minimal 8 bulan sebelum keberangkatan. Paspor saya masih berlaku sampai taun 2020. Sementara paspor lama suami sudah habis masa berlakunya pertengahan taun lalu. Jadi pe-er nya cuma tinggal paspor suami aja.

Cari info secara offline dan online, kantor imigrasi yang lumayan sepi pendaftar di hari Kamis ada di daerah Kelapa Gading (Jakarta Utara). Langsung saat itu juga mendaftar secara online di http://www.imigrasi.go.id

Kamis 18-Okt-18 tiba di Kantor Imigrasi Kelapa Gading sambil membawa paspor lama dan dokumen lainnya. Beneran prosesnya cepet dan gak antre panjang. 

Untuk paspor umroh selain harus berjumlah 48 halaman juga nama yang tertera minimal harus 3 suku kata. Suami yang namanya cuma 2 suku kata terkena aturan ini dan memilih menambahkan nama ayahnya. Proses ini dinamakan endorsements (catatan-pengesahan).



Untuk pembuatan paspor dengan endorse, saat ini harus menunjukkan: 
* Surat Rekomendasi dari Kantor Kementrian Agama setempat (sesuai domisili KTP). 
* PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh) travel.

Supaya menghemat waktu dan tenaga, untuk pengurusan endorse kami serahkan kepada travel dengan membayar Rp. 200 ribu.

Pihak imigrasi memberikan bukti pengantar pembayaran. Pembayaran dilakukan secara online melalui bank (paling lambat 7 hari kerja) dengan memasukkan No. kode MPN G2 sebanyak 15 digit angka (kode bayar)

Untuk mengetahui kapan paspor selesai, cukup ketik #nomorpermohonan (16 digit angka) ke WhatssApp Imigrasi Jakarta Utara 0821-1200-4032. 

Jawaban otomatis muncul dengan info sbb: Nomor Permohonan, Nama, No. Kode MPN G2 (Kode Bayar), jam pengambilan di hari kerja, serta persyaratan pengambilan paspor termasuk batas waktu pengambilan maksimum 1 bulan atau dianggap batal.


Vaksin Meningitis di Hari Sabtu - RSUP Fatmawati (Gedung Griya Husada).


Masa berlaku vaksin meningitis sampai 2 taun. Artinya kami harus melakukan vaksin ulang.

Sebagian besar KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) penyedia vaksin meningitis dengan pendaftaran online hanya melayani di hari kerja. Karena suami bekerja, kami hanya bisa memilih lokasi yang melayani di hari Sabtu. Salah satunya RSUP Fatmawati, Gedung Griya Husada.

Untuk menanyakan ketersediaan vaksin dapat menelpon ke 021-7501524 ext. 1558 dan 1507 atau langsung ke Griya Husada 021-7660602. Pengecekan ini karena jatah vaksin di tiap tempat berbeda dan ada batas maksimumnya per hari.

Pembukaan pendaftaran mulai jam 7 pagi sampai jam 2 siang. Walaupun proses suntiknya cepet, yang bikin lama adalah waktu pendaftaran (karena dilakukan input data ke komputer secara mandiri, sementara kecepatan tiap orang berebeda) dan juga panjangnya antrean untuk proses penyuntikan.
Kami datang hari Sabtu 24-Nov-18 jam 9 pagi namun baru selesai jam 2 siang, karena selesai pendaftaran dapet nomer antreannya sudah yang ke 207 dan 210.

Pertama tiba di sini, saat menuju pintu masuk (lantai 1) masih terlihat antrean yang relatif pendek untuk input data ke komputer. Dengan computer yang tersedia sebanyak 3 buah. Setelah input data hasilnya di print termasuk nomer antreannya.



Lalu proses selanjutnya harus ke lantai 2. 
Menyerahkan hasil print bio data beserta nomor antrean. Tumpukan berkas dipisahkan antara pria dan wanita. Nah disini proses ekstra sabaaarrr yang ke-2 dimulai. Karena dipanggil setiap 10 orang untuk masuk ke suatu ruangan untuk proses suntik.
Saya dipanggil sekitar jam 11-an sementara suami setelah jam 1 siang karena terpotong waktu istirahat (jam 12 – 1 siang).

·   Setelah proses suntik, lalu bayar ke kasir. Biaya suntik per orang Rp. 305 ribu.

· Menyerahkan bukti pembayaran kembali ke bagian penyerahan bio data tadi. Sekitar jam 2 siang kami diberikan buku kuning tertulis “International Certificate Vaccination or Prophylaxis” yang sudah ditulis di bagian depan dengan nama dan nomor paspor sedangkan di bagian dalam ditulis bio data singkat, tanda tangan dokter dan masa berlaku vaksin.

Buku kuning bukti vaksin meningitis kami serahkan ke kantor pusat travel hari Senin 26-Nov-18.



Senin 3-Des-2018 pemberitahuan jadwal manasik nanti hari Sabtu 8-Des-2018 jam 09.00 di Gedung Serba Guna 3 – Asrama Haji Pondok Gede – Jakarta Timur.
Namun di tanggal yang sama suami harus menjadi nara sumber di sebuah acara. Alhamdulillah ada jadwal manasik lain di Asrama Haji Bekasi.

CATATAN: 

Pentingya bagi kita mendapatkan informasi penawaran paket umroh secara tertulis untuk mengetahui biaya yang termasuk dan tidak termasuk dari paket yang ditawarkan. 

Insya Allah ceritanya nanti bersambung ke bagian 2 ya friends tentang 
“Ibadah Umroh. Belajar dan Pahamilah Sebelum Berangkat”.
(Ide tulisan dibuat berdasarkan pengalaman saya yang merasa (mohon maaf) prihatin dengan ketidaktmengertian beberapa jama’ah tetang prosesi yang benar dan bertanya/menyadari kesalahan setelah ibadah selesai). 

Semoga bermanfaat.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RETJEH. Buku Kumpulan Fiksi Mini.

Berpuluh tahun rasanya saya tidak pernah berjumpa dengan kakak kelas di SMA, Mas Wishnu Giar . Dunia literasi akhirnya mempertem...